Saturday, April 26, 2014

Obat Asam Urat Yang Manjur - Ketahui Masalahnya

English: The Gout by James Gillray. Published ...
English: The Gout by James Gillray. Published May 14th 1799. (Photo credit: Wikipedia)
Penyakit asam urat (gout, atau penyakit pirai) dikenal sebagai penyakit para raja, karena turunan para bangsawan di Inggris konon selalu mewarisi penyakit ini.  Tapi bukan berarti si asam urat ini boleh dipajang dijadikan status simbol kebangsawanan, karena penyakit ini dikenal pula sebagai rajanya sakit.  Jangan sekali-kali pernah berharap untuk terserang asam urat, karena nyerinya konon rasanya benar-benar mak nyuuusss.

Orang yang sedang terserang nyeri asam urat cuma punya satu harapan dalam benaknya: obat yang bisa menyembuhkan sesegera mungkin alias obat asam urat yang manjur.  Kalau bisa, sekali tenggak asam uratnya langsung kabur dan menghilang selama-lamanya. Bahkan kalau boleh, baru dilihat pun nyerinya sudah mohon pamit (ya ampun, harap maklum namanya juga pingin cepat sembuh).  Tapi di permukaan planet bumi ini, apakah ada obat asam urat yang paling manjur jur jur jur kayak gitu?

Untuk mengetahui jawaban pertanyaan ini, perlu dimengerti dulu persoalan mendasar yang dihadapi oleh seorang penderita ketika terkena penyakit asam urat.  Masalah utamanya ada dua, yaitu kadar asam urat yang tinggi di dalam darah dan serangan nyeri yang berulang-ulang.  Banyak terjadi kesalah-pahaman di kalangan masyarakat tentang masalah ini.

Kesalahpahaman terjadi karena seseorang yang terserang nyeri mengira bahwa obat pereda nyeri yang ia minum adalah obat yang menurunkan asam urat.  Banyak orang mengira bahwa jika nyerinya sudah hilang maka itu berarti asam uratnya sudah turun.  Karena kesalahpahaman ini kebanyakan penderita mengartikan obat asam urat yang manjur sebagai obat yang meredakan nyeri dengan cepat (yang disangka sekaligus juga menurunkan asam uratnya).  Salah besar.

Obat-obat pereda nyeri yang banyak beredar seperti fenilbutason, piroksikam, asam mefenamat, natrium diklofenak, parasetamol, ibuprofen, deksametason, prednison, dan lain-lain adalah obat yang menghilangkan nyeri tapi tidak menurunkan kadar asam urat.  Sementara itu, allopurinol merupakan obat yang berefek menurunkan asam urat dan menjarangkan serangan nyeri, tapi tidak menghilangkan nyeri secara instan setelah dikonsumsi.  Sering terjadi orang membaca bahwa allopurinol adalah obat asam urat lalu merasa kecewa karena setelah mengkonsumsi allopurinol nyerinya tidak reda malah makin menjadi.  Lalu timbul anggapan bahwa allopurinol bukan obat asam urat yang manjur.

Di luar negeri sudah beredar obat penurun asam urat generasi terbaru yaitu febuxostat, yang diedarkan dengan nama dagang seperti Feburic© dan Atenurix©.  Apakah febuxostat merupakan obat asam urat yang paling manjur?  Tergantung pada definisi anda tentang apa yang anda maksud dengan "yang paling manjur".  Untuk menghilangkan nyeri dalam waktu singkat, febuxostat ataupun allopurinol bukan jawabannya.  Untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah barangkali febuxostat cukup menjanjikan, tapi sampai tulisan ini dipublikasikan kita masih menantikan ijin edarnya di Indonesia.

Jika anda menghadapi masalah asam urat dan komplikasinya, berkonsultasilah dengan dokter anda.

(Tulisan ini merupakan bagian awal dari sebuah seri artikel tentang asam urat.  Nantikan tulisan berikutnya.  Follow saya di Google+ atau Facebook untuk menerima update terbaru)
Enhanced by Zemanta